html> exploring everything, everywhere...: Tentang menunda kesenangan

Tentang menunda kesenangan

Senang rasanya waktu Farras mengungkapkan keinginannya untuk memiliki hewan peliharaan dirumah. Selain akan menambah kesibukan Farras, jiwa empati Farras bisa terasah. Memelihara hewan adalah salah satu sarana menstimulasi kecerdasan alam pada diri anak. Namun, kami tidak langsung mendatangkan hewan peliharaan ke rumah. yang penting bagi kami dari keinginan Farras ini adalah, Farras bisa belajar menahan diri, menunda kesenangan, dan berkorban untuk mendapatkan keinginananya. 

Farras sepakat jika dia tidak jajan selama kurang lebih satu bulan. Uang jajan sepakat digunakan untuk membeli perlengkapan hewan peliharaan dan membeli pakannya. Sepakat tidak membeli es krim atau jajan agar bisa ditabung uangnya.Kami sepakat akan mencari seekor kucing untuk dipelihara.

Selama hari-hari menunggu hewan peliharaan, Farras tidak henti-hentinya menanyakan “hari ini tanggal berapa”,”kapan kucingnya datang”. Untuk menyibukkan dirinya kadang harus menahan rindu dengan menatap gambar-gambar kucing di google.

Kalau mama belajar parenting agar Farras bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, maka Farras sepertinya perlu memahami cat-thing agar si kucing nanti bisa tumbuh sehat. Farras dengan seksama mendengarkan mama menjelaskan tips-tips merawat kucing di internet, memahami berbagai ekspresi kucing. Segala sesuatu tentang kucing membuat Farras antusias. Dalam setiap skestsa yang dibuatnya ada gambar seekor kucing J.


ada kucing di setiap sketsanya

Farras dan Chester

Dan waktu sebulan pun berlalu, alhamdulillah ada seorang teman berbaik hati berbagi seekor kucing cantik bernama Chester. Kucing betina berusia 5 bulan ini ternyata sangat jinak dan mudah mengambil hati siapapun yang melihatnya. Berkali-kali Farras mengungkapkan betapa senangnya ketika Chester hadir. Awalnya masih takut memegang Chester tapi lama kelamaan terbiasa, bahkan terkadang sebelum tidur Chester diciumi dan dipeluk peluk.

Dari awal sepakat ketika kucing datang maka tanggung jawab memberi makan dan perawatan ada di tangan Farras, dengan sedikit bantuan mama. Maka ketika Farras malas-malasan memberi makan, atau mengecek air minum Chester, saya hanya perlu mengingatkan. Saya menahan diri untuk “tidak ikut campur” mengurusi Chester kecuali dalam keadaan darurat seperti membersihkan kandang yang super kotor.

Dari memelihara Chester ini baik saya dan Farras banyak mengambil manfaat. Saya senang Farras mulai disiplin memberi makan dan memberi air minum, walaupun sesekali harus diingatkan. Suatu saat karena asyik menonton tv, Farras merasa terganggu ketika mama meminta Farras mengisi ulang air minum Chester. Dengan alasan sibuk dan ngga mau diganggu, Farras keukeuh tidak mau mengisi ulang air minum. Saya memang harus extra sabar dan menahan diri tidak mengambil alih tanggung jawabnya. Saya menunggu, dan alhamdulillah akhirnya Farras mau bernajak mengisi air minum. Saya hanya mengucapkan pada Farras,” alhamdulillah semoga Allah membalas kebaikan Farras dengan pahala yang berlimpah karena sudah mau menolong ciptaaan Allah, karena sudah menyayangi ciptaan Allah”. Tanpa diminta Farras pun mengatakan,”ma..aku kasih makan sekalian ya...”,”kandangnya aku bersihin sekalian ya..” biasanya Farras menolak membersihkan wadah pasir tempat kotorannya Chester. Saya belajar bahwa pujian yang paling dahsyat adalah doa kebaikan di hadapan anak. Doa ini membangkitkan motivasi dalam diri Farras untuk berbuat baik. Dengan doa ini Farras percaya bahwa dirinya bisa berbuat baik dan bermanfaat. Alhamdulillah.

Labels: , , , , , , ,