Salah
satu ayat yang terngiang ngiang di kepala saya ketika berbicara tentang alam dan
dampak kerusakannya adalah
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut
disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada
mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan
yang benar)”. Katakanlah : “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah
bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah
orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. 30 : 41-42).
Adalah
wajib bagi setiap muslim untuk memelihara dan tidak menyia-nyiakan apa yang
Allah sudah ciptakan untuk kemaslahatan umat manusia.
Dari
alasan yang fundamental ini saya tergerak untuk mengoptimalkan kemampuan Farras
untuk berempati dengan alam sekitarnya melalui kegiatan nature study (belajar
langsung dari alam)
Alam
menyediakan banyak informasi yang sangat bermanfaat bagi anak untuk belajar. Banyak
perangkat stimulasi motoris dan sensoris yang disediakan alam. Melalui alam
inilah berbagai lifeskill dapat dikenalkan pada anak. Oleh karena itu beberapa
praktisi parenting menyarankan agar setiap anak dibawah 7 tahun berhak mendapatkan
waktu di luar rumah, berinteraksi dengan dunia nyata paling tidak 30 menit
sehari.
Satu dari 8
kecerdasan majemuk yang sebaiknya dstimulasi pada anak adalah kecerdasan alam. Bahwa sesungguhnya disetiap diri
anak punya kemampuan untuk mengolah informasi yang berkaitan dengan hewan dan
tumbuhan serta lingkungan. Saat ini banyak orang tua kurang aware dengan untuk
menstimulasi kecerdasan alam, lebih mengedepankan membaca, menulis dan menghitung.
Dalam
keseharian, saya biasanya mengajak Farras untuk berjalan di taman, kebun
binatang, atau sesekali hiking ke gunung agar Farras lebih dekat dengan alam. Dengan
mengamati berbagai jenis binatang, kecerdasan logik dan alam dapat distimulasi.
Kegiatan yang biasa kami lakukan adalah membandingkan hewan yang satu dengan
yang lain, menebak jenis makanan (pemakan tumbuhan atau daging) berdasarkan
perbedaan perbedaan tersebut, mengamati kupu dan jenis jenis lebah atau capung
di taman.
Melalui
hiking beberapa lifeskill bisa distimulasi. Pertama kali mengajak Farras hiking
dan memanjat bukit adalah tantangan tersendiri karena Farras banyak mengalami
ketidaknyamanan. Biasanya libur jalan-jalan ke mall atau ketempat lain yang minim
tantangan. Dengan hiking, Farras belajar melewati rasa takut ketika memanjat
bukit. Dengan hiking ini pula kepercayaan diri Farras dapat dipupuk, karena
Farras bangga betul ketika sampai di puncak bukit yang lumayan terik. Ketidaknyamanan
itu baik, ketidaknyamanan adalah tantangan hidup nyata. Seorang anak memnag
layak terpenuhi semua kebutuhannya. Tetapi anak yang biasa difasilitasi dan
dimudahkan akan menjadi anak yang kurang mandiri dan tidak siap tantangan. Padahal
semakin maju teknologi, tantangan semakin banyak dan tidak mungkin kita hindari
jika ingin survive. Tantangan itu bersifat mengeluarkan kita dari zona nyaman
dan mengeluarkan potensi yang ada dalam diri kita.
 |
| panjat bukit, uji nyali, banyak yang distimulasi |
 |
hutan itu mendamaikan dan membantu diri mengatasi tekanan melalui aktivitas-aktivitas yang mindful
merasakan angin dan mendengarkan suara-suara di alam. |
Belajar
di alam juga menstimulasi kreatifitas. Anak-anak bisa membuat karya seni yang
indah dengan merangkaikan jenis bunga, ranting dan daun. Anak-anak bisa
membedakan jenis daun, merasakan kekasarannya, mencium berbagai jenis bunga. Memeras
jenis bunga yang bisa mengeluarkan warna tertentu.Menggolongkan masing masing
dan menjadikan karya seni adalah kegiatan yang sangat menyenangkan dan
bermanfaat. Kreatifitas,sensor motor anak dapat distimulasi
Selain
belajar alam lingkungan dan penghuninya, memelihara hewan peliharaan juga bisa
mengajarkan anak empati dan welas asih. Dengan memiliki hewan peliharaan anak
belajar aware untuk mengasihi ciptaan Allah. Merawat dan memelihara hewan juga
melatih kemandirian anak dan disiplin.
Apa
saja sih yang bisa dilakukan kalau sedang berjalan-jalan di alam?
Saya
biasanaya membawa beberapa lembar pengamatan/worksheet ketika berjalan di alam,
agar Farras tidak lekas bosan. Saya tidak menginginkan Farras secara sempurna
mengerjakan worksheet, tetapi dengan worksheet ini perjalanan kami lebih
terarah, walaupun sesekali Farras ingin mengerjakan sesuatu sesukanya.
 |
asyik mengisi worksheet,padahal tadinya ngga mau diajak jalan ke taman karena bosen mau ngapain di taman.
tapi ternyata kalo fokus dengan tanda-tanda alam dan apa yang disajikan alam, itulah playground yang sesuangguhnya. |
Berikut
adalah sumber rujukan yang biasa saya gunakan. Beberapa menyediakan worksheet
gratis yang bisa di unduh.
1. goxplornature adalah saalah satu rujukan kegiatan bermain (belajar) di alam. Disini
banyak tips dan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan untuk menstimulasi
sensor motor anak. Anak-anak juga diajarkan untuk membuat jurnal pengamatan melalui aktivitas menggambar
2.
ourjourney.berisi ide aktivitas nature
study sepeti mengamati burung, kolam, mengamati jenis awan, jenis tanaman liar,
jenis jenis pohon. Kesemunay dibahas detail aktivitasnya
3. Artfulparent. disini anak diajak untuk mengeksplorasi seni dari benda benda di alam, seperti
biji, bunga, tangkai dan ranting yang dapat disatukan menjadi sebuah karya seni
4. cmnaturstudy.berisikan paparan istilah nature walks, nature study dari Charlotte Mason. Nature
study adalah nafas dari ajaran Charlotte Mason. Disini secara singkat
dijelaskan manfaat dari kegiatan anak di alam
7. 60 nature play ideas. disini dibahas secra detail kegiatan apa saja yang bisa dilakukan di alam bebas
8. outdoor activity for resilience. salah satu manfaat belajar dan berinteraksi di alam adalah mengajarkan anak memiliki kemampuan resiliensi, yaitu kemampuan untuk bangkit dari kondisi yang tidak
menyenangkan. Di zaman yang penuh tantangan ini. Ketrampilan mengendalikan
emosi dan fokus pada tujuan adalah kemmpuan yang wajib dimiliki setiap anak
agar kelak anak bisa mengatasi stres yang dialaminya dan tetap fokus pada
tujuan tujuan baik hidupnya.
9. nature journal.disini dipaparkan tips bagaimana membuat
jurnal melalui gambar atau sketch pada tingkat yang lebih advance.
10.
playoutdoor. anak-anak senang bermain dan berburu sesatu yang masih misterius. Disini dipaparkan
ide kegiatan nature study sederhana disekitar tempat tinggal
Belajar
di alam sejatinya adalah aktivitas yang menyenangkan dan mencerdaskan. Sayang sekali anak-anak di awal-awal kehidupannya
harus menerima target bisa membaca menulis menghitung. Padahal ketrampilan ini
bisa dilatih, tetapi mencintai, berpikir kritis dan mempunyai simpati dengan
alam lingkungan adalah perjalanan hidup anak yang tidak bisa dilatih dalam
waktu singkat seperti baca tulis hitung. Untuk mencintai alam sekitarnya,
anak-anak harus sering di ajak bermain diluar, berinteraksi dengan alam,
memahami dan aware dengan perbedaan dan masalah yang menimpa alam
lingkungannya.
Tidak
bijak kita sebagai orang tua meninggalkan generasi-generasi pandai namun
menjadi salah satu penyebab kerusakan kelestarian alam. Tanpa alam yang lestari
dan terawat, manusia akan menanggung banyak masalah.
Semoga
Allah selalu memberikan petunjuk agar kita termasuk orang-orang yang memelihara
alam ini, menjadi manusia yang bermanfaat bagi ciptaan Allah.