html> exploring everything, everywhere...: APAKAH CINTA SAJA CUKUP UNTUK MENGASUH ANAK?

APAKAH CINTA SAJA CUKUP UNTUK MENGASUH ANAK?

Kali ini aku ingin berbagi ilmu yang pernah disampaikan bunda Elly Risman di seminar parenting. Rasanya kita butuh penyemangat-penyemangat ornag tua seperti bunda Elly ini. profil beliau dapat dibaca disini. Bahagia banget jadi peserta seminar beliau, beruntng ada yang kasih aku informasi ini di sosmed, dan lokasinya masih terjangkau.
Diawali dengan sambutan beliau yang bikin mewek. Karna acara ini diselenggarakan saat ulang tahun yang keenam Kemang Medical Care, salah satu pendirinya Ibu Hj.Mufidha Yusuf Kalla, hadir dan ternyata beliau punya sejarah romantis dengan pak Yusuf Kalla. Bunda Elly kagum benar dengan sosok ibu Yusuf kalla ini.
well, apakah cinta saja cukup untuk dijadikan dasar kita mendidik anak? cinta yang berlebihan membuat anak menjadi tidak berkembang kedewasaannya. karena cinta yang berlebihan itulah sepasang orang tua "tidak rela" membiarkan anaknya berhadapan dengan hukum karna menabrak dan mengakibatkan tewasnya beberapa nyawa tak berdosa.Kecintaan pada anak diwujudkan dalam hal mengasihi, menyayangi, melindungi, memnuhi kebutuhan dan harapannya, memebrikan yang terbaik ntuk anak, bagaimana caranya agar anak selalu berkecukupan dan tidak kalah dengan orang lain. Dengan cinta itu pula orang tua mengusahakan agar anak berhasil dan sukses hidupnya.
Ada beberapa gaya pengasuhan yang dominan kita temui.
1.gaya helikopter
gaya pengasuhan sperti ini memaknai cinta dengan cara melindungi anak berlebihan. orang tua terlalu melindungi anak. sebagai analoginya adalah helikopter.
- mutar mutar di atas anak
- tak ada hari tanpa perlindungan
- begitu anak butuh bantuan, orang tua langsung memberikan.
- ornag tua selalu menyelamatkan anak
- orang tua tidak tega menjalani konsekuensi terhadap kesalahannya
-  membuat semuanya serba dipermudah hingga anak menuju dewasa
- akibatnya ketika lepas dari rumah, anak tidak tahan cobaan. "susah menegakkan kepala"
akibat gaya pengasuhan seperti ini sejak umur 18 bulan hingga menjadi mahasiwa anak menjadi tidak mandiri dan bertanggung jawab  karena orang tua telah mencuri kesempatan penting agar  anak belajar. dan semua dilakukan atas nama cinta. Anak menganggap tidak mampu mandiri dan siap menghadapi kehidupannya tanpa mama. Dan parahnya model helikopter ini ini banyak ditiru masyarakat, menjadi kepercayaan di masyarakat dan membuatnya menjadi tren.
anak yang hidup dengan gaya pengasuhan seperti ini biasanya tidak tahan dengan tekanan kekuasaaan hidup, tidak sanggup berpikir tentang dirinya yang pada akhirnya tidak mampu menangani masalah.

2.gaya sersan pelatih
Gaya pengasuhan seperti ini nampak dari kekerasan orang tua yang dominna terhadap anak. kekerasan dianggap dapat mengontrol perilaku anak. Anak selalu diperintah dan anak harus mau menjalani. anak tidak diberikan kesempatan berpikir karena proses berpikirnya diambil alih orang tua. Anak sellau didikte dan akibatnya anak akan berpikir," aku ngga bisa mikir, mama yang mikir",
akibat dari gaya pengasuhan seperti anak akan banyak terllau banyak melakukan penghormatan yang bukan berasal dari hatinya. saat remaja akan muncul pemerontakan.

begitulah, semua dilakukan atas nama cinta. mungkin cara ini akan dianggap sukses tetapi sebenarnya menuai banyak masalah kedepannya.

BAGAIMANA PENGASUHAN CINTA YANG MELIBATKAN LOGIKA.
 ada beberapa tips :
1. orang tua harus sadar bahwa anak itu adalah pinjaman dari Alloh. Alloh bisa mengambilnya kapanpun Dia mau!diberikan dari Alloh dalam keadaan suci dan baik, jangan dikembalikan dalam keadaan buruk dan hancur!
Orang tua punya kewajiban menanamkan pemahaman agama pada anak. Pemahaman agama tidak sepenuhnya diserahkan ke lembaga/sekolah. orang tua harus memberi teladan beragam, mengenalkan Alloh pada anak, membuat anak cinta pada Alloh-nya, beribadah bukan hnaya BISA tapi SUKA dan tidak terpaksa. Lembaga islam tidak bisa menjadi jaminan anak menjadi anak yang soleh/hah. Bagaimana agar anak bisa mencintai Allohnya, beri makan dari rizki yang halal dan thoyyib. orang tua menyiapkan pemahaman agam sebelum baligh, mengenalkan tanda-tanda pubertas dna cara bersuci. adalah sangat perlu melindungi anak dari pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan saart baligh. Ajarkan pada anak bahwa laki laki dan perempuan itu berbeda. Jika agama bisa ditanmkan dengan baik dan menjadi budaya dalam keluarga insha Alloh hal  ini bisa menjadi tameng pornografi.

2. putuskan masa lalu, mengasuhlah dengan cinta dan logika
PUSARAN CINTA PENGASUHAN YANG EFEKTIF
bahwa cinta yang diberikan ornag tua tidak lantas membebaskan anak, harus ada alasan dan ajak anak berpikir akan konsekuensi.
bahwa cinta ornag tua tidak mentolerir tingkah laku yang tidak respek
bahwa cinta ornag tua mempunyai kekuatan untuk membiarkan anak berbuat salah dan mengijinkan anak menjalani konsekuensinya

CINTA YANG BERLOGIKA
adalah cinta yang berpusat pada konsekuensi. menyadari setiap kesalahan menghasilkan konsekuensi yang logis. Kesalahan yang dibuat anak diselimuti dengan empati dari orang tua dengna cara memberikan pengertian yang penuh cinta terhadap kekecewaan, frustasi dan rasa sakit yang dialami anak. dengan cinta ini akan menimbulkan kekuatan bagi anak sehingga merubah pikirannya.

3. konsep diri
bagaimana membuat anak memiliki keyakinan:
- bahwa , 'saya dicintai orang sekitar saya"
- saya yakin saya punya kemampuan
-saya mampu mengontrol hidup saya
dengan konsep diri yang baik maka anak dapat BERPIKIR, MEMILIH, DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN SENDIRI

4. belajar gagal untuk bertanggung jawab.
disinilah orang tua kadang diuji. seberapakah orang tua tega anak mengemban kosnekuensi dari kesalahannya.
tujuan dari memberikan cinta dengan logika adalah agar anak mampu belajar bertanggung jawab dari kegagalannya, anak akan belajar berpikir konsekuensi dari kesalahnnya, dan orang tua selayaknya memberikan empati saat anak mengalami kesalahan. pada akhirnya anak menjadi matang, mandiri, bertanggung jawab dan berani menjalankan konsekuensi.
yang harus diingat ornag tua adalah lebih baik emnanggung kerugian sedikit saat anak saat kecil emlaukan kesalahan daripada menanggung kesalahan saat remaja karena sikap tidak tanggung jawabnya. Bu elly mengingatkan betapa banyak pasangan muda hamil dan diceraikan saat hamil. Bukankah orang tuanya harus membayar mahal akibat tidak mengajarkan konsekuensi dan tanggung jawab kalau sudah seperti ini? Orang tua harus mampu dan "tega". Alloh saja tega mengusir Adam saat nabi Adam melanggar perintah Alloh padahal Alloh sudah memberikan semua kenikmatan surga tapi ternyata perintahNya dilanggar Nabi Adam. Dengan kasih sayang nya Alloh tega memisahkan Adam dan Hawa dan dengan ijinnya mempertemukan lagi mereka. proses ini membuat Nabi Adam belajar banyak dan menanggung tanggung jawab dengan menderita tanpa pasangannya.
Cinta dan sikap ortu menjadi KUNCI bagaimana anak menangani masalahnya ketika remaja.

TANGGUNG JAWAB
hindari menggunakan kata tanggng jawab pada anak karena semakin sering disebutkan semakin tidak dilakukan anak. tanggng jawab tidak diajarkan tetatpi dicontohkan dan dibuktikan. berikan kesempatan pada anak untuk bertanggung jawab. orang tua yang mengasuh anak yang bertanggung jawab memiliki sedikit waktu dan tenaga untuk gusar tentang tanggung jawab anaknya, mereka lebih terpusat bagiamana anaknya punay kesempatan belajar dariperilaku yang tidak bertanggung jawab.
bagaimana mengajarkan tanggung jawab pada anak?
a. letakkan tanggung jawab berpikirdan mengambil keputusan sejak dini pada anak, pancing anak dnegan kalimat, 'bagiaman menurtmu?"
b. hadapakan anak dengan pilihan. biarkan anak berpikir akan pilihannya
c. kesalahan anak adalah kesempatan. tanggung jawab memerlukan kesempatan. jika anak melakukan kesalahan, berilah anak kesempatan untuk bertanggung jawab, bsersikap tega-lah!
d. orang tua harus belajar kpaan harus terlibat dalam masalah anak dan kapan membiarkan anak
e. orang tua harus belajar mengontrol dirinya kepada anak agar anak mampu belaar menontrol dirinya sendiri.

konsep the V of love adalah seperti segitiga terbalik dimana anak sejak lahir diberin batasan yang sedikit dengan pilihan yang sedikit, proses ini dipupuk terus hingga menciptakan pondasi yang kuat. seriirng pertumbuhan anak batasan menjadi longgar karena nak sudah dapat menentukan keputusannya sendiri dan memebrikan  batasan pada dirinya sendiri. sebaliknya jika anak dari sedini mungkin tidak diberikan batasan terhadap pilihannya sendiri makaa anak ketika dewasa tidak mampu mengambil keputisan dan mentukan pilihan karena pondasinya tidak kuat.

Tips mengasuh anak dengan cinta dan logika
- maafkanlah anak yang melakukan kesalahan
- jangan marah karn aanak melakukan kesalahan, buat "thinking word" laih alih 'fighting words"
- minta ampun anak pada Alloh.
- biarkan anak belajar bersalah asal tidak berbahaya
- hindari mengkritik anak berlebihan atau melindungi anak berlebihan
- bermusyawarahlah dengan mereka
- tuutp aib anak!jangan ceritakan kejelekan atau kesalah anak!
- kalau salah ya dikoreksi bukan diumbar aibnya karena merusak harga dirinya
- hargai anak kalau dia berhasil
- jangan lupa selalu berdoa untuk anak

BAGAIMANA JIKA SUDAH TERLANJUR/
- Diskusikan dengna pasangan, buat daftar uang ingin diperbaiki
- membuat prioritas, mana yang harus didahulukan
- tetapkan tujuan untuk diri sendiri-->SEBERAPA KITA MAMPU BERSIKAP  TEGA
- tarhget yang realistis
- belajar komunikasi
- lengkapi diri
- SIAPKAN MENTAL
- sediakan waktu/tidak tergesa-gesa
-jangan biarkan anak melayari pikiran orang tua-->orang tualah yang harus melayari pkiran anak
- latih anak mengenali bermacam macam emosi baik positif atau negatif agar orang tua mampu mendeteksi emosi anak dan memberikan treatment yang tepat.
- kenali bakat dan potensi anak dan asuhlah dengan cinta dan logika


Labels: , , , , ,