html> exploring everything, everywhere...: 8 KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK PRA SEKOLAH

8 KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK PRA SEKOLAH

Jenuh, bosan, mangkel, sebel, kalo terus-terusan diganggu. Yah, ternyata punya anak pra sekolah itu very exhausting, apalagi buat aku yang ngga sabaran ini. Punya anak itu uji mental dan nyali plus kesabaran. Tapi aneh ya, semarah-marahnya orang tua, tetep aja ada rasa ngga tegaan, nyesel kalo sudah marah-marah..wow..ternyata aku tidak sendirian...dengan sedikit petunjuk dari Alloh aku di arahkan pada link ini. 8 KESALAHAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK PRA SEKOLAH. anak pra sekolah itu katanya, punya keahlian mengutakatik wilayah kesabaran orang tuanya, which means mereka dianugerahi keingintahuan mengenai batas kesabaran ortunya dengan cara coba-coba dan mengujinya. Michele Borba, EdD, penulis The Big Book of Parenting Solutions, mengatakan bahwa masa-masa ini adalah masa yang membuat para orang tua frustasi. Nah, karena terkadang ortu pada sibuk sendiri ato males baca-baca, teramatilah 8 kesalahan yang dilakukan orang tua..
  1. Tidak konsisten.Konsistensi adalah kunci merawat anak pra sekolah. Orang tua yang tidak konsisten membuat anak menjadi bingung dan menyebabkan kemarahan mereka. kalo aku sudah cukup konsisten tapi kadang ngga tegaan yah (yah sama aja ngga kosnsiten dooong..he..he..). Cara memperbaikinya: bersikap konsisten, konsisten ini menyangkut waktu tidur, waktu makan. Farras itu melakukan sesuatu harus dengan perjanjian dulu, kalo mo bobo, harus dibuat janji, sehabis nonton acara "ini" harus bobo,alhamdulillah kadang dituruti. Kadang  kalo moodnya ga bagus, minta nambah jatah nonton, asal diingetin lagi janjinya.
  2. Terlalu fokus dengan hal negatif. orang tua cenderung akan terlalu fokus pada kelakuan anak yang tidak dikehendaki, begitu menurut dokter anak,Tanya Remer Altmann, penulis Mommy Calls: Dr. Tanya Answers Parents' Top 101 Questions about Babies and Toddlers. Jangan ini, jangan itu..(ya ampuuuuun ini aku bangeeet). Cara memperbaikinya: berilah perhatian jika anak melakukan kegiatan positif dan berilah penghargaan jika berperilaku terpuji.. (Yang ini kadang lupa, maaf ya nak...)
  3. Melupakan isyarat. Orang tua terkadang melupakan alasan anak marah, menangis merengek. Cara memperbaikinya: cobalah mencari tahu kenapa anak menangis, marah, merengek (apakah mereka lapar, menagntuk, bosan). Jangan coba-coba mengajak anak belanja pada saat jadwal tidur siang.
  4. Menuruti rengekan. Waktu makan sore itu menegangkan, sore itu adalah waktunya teman-teman Farras mulai keluar rumah, memanggil manggil Farras mengajak bermain. Dalam kondisi perut kosong ini Farras cenderung ingin jajan ketika bermain. Terkadang kalo tidak dijinkan Farras merengek, berteriak marah. Saat inilah terkadang aku harus menurutinya. Menurut Borba, masa-masa pra sekolah adalah masa anak-anak "keluar dari cangkangnya". Berhati-hatilah dalam menghadapinya. Mereka tahu cara menarik perhatian orang tuanya, mengeluarkan orang tuanya ke luar batas kesabarannya. Mereka akan menguji, menarik ulur kesabaran orang tuanya. Cara memperbaikinya: Cobalah untuk tidak menghiraukan tangisannya, jangan bereaksi ketika anak mencoba merengek ketika meminta sesuatu. Jika orang tua konsisten, maka anak akan berpikir bahwa cara nya "merengek" tidak membawa hasil.
  5. Overschedule. Anak-anak perlu waktu bebas darikegiatan rutin, les, atau sekolah. Jangan memaksakan anak untuk mengikuti banyak kegiatan, anak-anak butuh waktu bermain.
  6. Meremehkan makna bermain. Bermain denngan bebas, adalah masa dimana otak anak berkembang dengan baik, begitu kata Psikolog Lawrence J. Cohen, yang juga penulis buku Playful Parenting. Biarkan anak memilih sendiri mainannya. Anak-anak mendefinisikan bermain sebagai," suatu pilihan yang harus dilakukan". Mereka senang melakukan tugas rumah, tetapi perlu diingat mereka melakukannya untuk bersenang-senang.


Labels: , , ,