html> exploring everything, everywhere...: Masa-masa Terrible Two

Masa-masa Terrible Two

Senangnya "bersanding" dengan Farras kembali, memang repot sih, tapi dengan pertolongan Alloh yang Maha Penolong semua menjadi mudah. Aku sempat khawatir tidak bisa mengatur waktu dengan baik, apalagi Farras sangat lengket, kemana-mana dibuntuti, bahkan ketika aku mandipun sepertinya Farras tidak rela. Alhamdulillah doaku tidak sia-sia, selain lebih dekat dengan Alloh, akupun bisa mengatur kembali hidupku tanpa stress.
Menurutku anak-anak seusia toddler itu seperti spons, apa saja diserap dan ditiru. Oleh karena itu aku benar-benar harus berhati-hati dengan apa yang aku katakan dan perbuat. Farras mulai mandiri. Memakai baju, celana, menutup pintu, atau mengambilkan sesuatu tidak ingin dibantu.
kalo yang ini sedang mencoba memakai celana sendiri

mencoba mengupas jeruk sendiri (sambil pake sepatunya mama ^_^)

Kosakatanya semakin lengkap dan bertambah, mulai menggunakan kalimat-kalimat pendek, seperti "jeyuk-nda-enak"  untuk mengatakan kalau buah jeruk yang dimakannya kecut atau tidak manis. Mulai senang "bercerita" dengan hal-hal yang menarik perhatiannya. Satu hal yang selalu menjadi obsesi Farras adalah bis!  Antusias sekali kalau melihat bis, atau mobil-mobil besar. Ketika Farras masih kutitpkan  pada eyangnya di Purwokerto,beberapa pekan sekali aku menjenguk Farras. Aku terbiasa menggunakan bis untuk mudik, suatu saat bis yang aku tumpangi melewati jalan yang rusak parah, bis pun oleng ke kanan dan ke kiri, semua panik, termasuk aku histeris karena kaget. Kejadian ini tidak sengaja aku ceritakan pada Farras untuk meredam tangis dan amukannya ketika pertama bertemu denganku (yah, Farras memang kadang terlalu lebay kalo menangis), rupanya cerita ini manjur. Berikutnya, setiap sebelum tidur Farras selalu minta diceritakan kembali kejadian bis oleng tadi, ditambah ekpresi panik yang ditirukan oleh Farras ^_^.
Farras senang melempar barang-barang, mencoba memegang apa saja yang menarik perhatiannya. Kalau keinginannya tidak dipenuhi, barang-barang disekitarnya akan menjadi sasaran. Walaupun mudah mengamuk, sesungguhnya Farras mudah juga diajak komunikasi. Farras sudah memahami apa yang aku sampaikan, sesekali patuh pada nasehatku asal aku juga menuruti apa yang dia maui. Aku tahu pujian itu selalu penting. Aku berusaha memberi pujian yang tulus, pujian itu ibarat doa bagiku.  Aku terkadang kesal kalau Farras sedang susah makan, tapi pujian yang benar-benar tulus disertai senyuman membuat Farras dengan sukarela membuka dan menelan makanan. Aku mengajari diriku sendiri untuk berpikir positif pada anakku. Mengancam agar Farras mematuhiku terkadang membuatku merasa berdosa, untunglah Alloh senantiasa menanamkan "pentingnya kesabaran dan prasangka baik" dalam hatiku. Pada awalnya aku meragukan diriku sendiri sebagai Ibu, aku selalu berharap pada Alloh memberikan jalan kemudahan dan kelapangan hati untuk mengasuh anak-anakku. Aku tidak ingin menzolimi anak-anakku.  Alloh Maha Mnegabulkan Permohonan, Alloh memang selalu memudahkan langkah hambaNya yang serius ingin berubah. Sekarang semakin bertambah mantap hatiku untuk terus memberikan yang terbaik untuk anak-anakku..Semoga Alloh mempermudah..Amin ya Robal'alamin..

Labels: , , ,