Jarak yang jauh darimu, Farras..bikin kesehatanku menurun. Banyak peristiwa penting sejak sebulan ini tanpamu. Aku banyak mengoreksi diriku, ya..aku ingin menjadi ibu yang lebih baik. Aku sadar aku terlalu menginginkan muluk-muluk akan tumbuh kembangmu. Sebuah buku telah menyadarkan aku kembali akan pentingnya aku dalam mendampingimu, buku itu berjudul "Cinta yang Berpikir", Aku senang berteman dengan orang-orang yang menginspirasi. Dan buku hebat itu kudapatkan dari hasil pertemanan yang menginspirasi..semua ini demi kau, anakku. Aku mencoba memberikan cinta yang lebih berbobot dan berkesan untukmu. Tapi jarak yang jauh ini membuatku sedih, tidak bisa mendampingimu..Apakah Tuhan sedang menghukumku? aku tahu mungkin aku tidak bisa mendampingimu setiap saat karena pekerjaanku, karena keegoisanku. Kini kau hidup bersama-sama orang-orang yang telah memberimu cinta dengan tulus.
Beberapa pekan sekali aku harus mengunjungimu. aku telah melihat begitu pesat perkembanganmu. kau yang semakin manja (aku tahu ini sebab aku yang lama tak mendampingimu), rasa ingin tahu yang semakin besar (harusnya membuatku kian sadar kau ini sangat jenius sehingga semua tempat perlu kau ketahui), rasa takutmu yang hampir tidak aku lihat membuatmu selalu menjadi bahan kekhawatiran orang-orang disekitarmu.
Sekarang kau lebih pandai mengngkapkan keinginanmu. Kau sedang senang meniru, meniruku dan Ayah, dan orang-oarng disekitarmu. Kau sangat antusias ketika kami shalat, mengambil apa saja untuk dijadikan sajadah, kertas koran, perlak..aku membuatkanmu sajadah lucu dan kubawa ditempatmu menginap.Kau sudah bisa mengatakan "baca..baca" dan menyorongkan sebuah buku padaku untuk dibacakan padamu. Kau juga sudah pandai memakai sandalmu sendiri.
Empat hari lagi kau akan merayakan hari lahirmu yang kedua. Aku ingin melihat engkau menjadi anak yang bahagia, imajinatif dan menginsipirasi banyak orang